Europe Trip : Italy (Rome) + Vatican City

Oke, agaknya kali ini saya malas bercerita dengan bahasa Inggris. Sedikit run out of words hahaha. Jadi I prefer to tell this story in Bahasa Indonesia. Tapi saya janji deh bakal translate ke bahasa Inggris sekalian mengasah skill yang lama tak terasah LOL.

Akhirnya tiba juga di kota trip terakhir kami bersama. Kalau untuk saya sendiri sih masih ada 1 lagi, yaitu Vatican City. Nanti saya ceritakan di sesi berikutnya.

Jadi tanggal 10 Maret 2015 itu saya dan Renzy terbang dari Bandara Venice Marco Polo (Aeroporto Marco Polo Di Venezia) menuju Bandara Leonardo da Vinci Fiumicino Roma menggunakan maskapai Alitalia yang kebetulan promo cuma 70 USD aja waktu itu, lumayan hehe. Sesampainya di bandara Roma, ketemulah kita dengan tim Rome Model United Nation (Rome MUN) nya si Renzy ada 5 orang.

Dari bandara menuju lokasi apartemen, kita memilih sewa mobil yang kebetulan fasilitas ini ditawarin oleh si pemilik apartemen. Kalau nggak salah 1 mobil sejenis alphard gitu muat buat kita bertujuh cuma 70 euro aja. Nggak ribet naik transportasi umum lagi dengan bawaan kita yang segede gaban ini.

Setelah ketemu itu langsung deh kita menuju apartemen yang sewa di airbnb daerah Trastevere. FYI, waktu itu pas barengan sama syutingnya James Bond: Spectre di tepi sungai daerah Trastevere sini. Unfortunately, we did not happen to see the film shooting process 😦 soalnya bingung lokasi tepatnya di sebelah mana, cuma emang waktu itu rame banget di sekitaran sungai itu banyak mobil berhenti dan orang-orang nonton cuma karena capek jadi gak ikutan deh.

Soal apartemen yang kita sewa ini, lumayan murah dan enak lokasinya. Dekat banget dengan stasiun kereta Trasteverecdan tram jadi kita mau kemana-mana pun mudah akses transportasi umumnya. Soal interior apartemennya pun bagus. Terdiri dari 2 kamar tidur besar yang kita bagi untuk 1 kamar cowok dan 1 kamar cewek, ada 2 kamar mandi, 1 dapur, dan 1 ruang makan yang sekaligus ruang tamu.

Selama di Roma kami mengunjungi common touristic places. I was amazed by the beauty of this historic city. Kalau lihat bekas bangunan-bangunan peninggalan di Roma ini kita seperti dibawa kembali ke beberapa ratus tahun silam. Seandainya cara belajar sejarah itu dengan traveling, pasti dari dulu saya sudah jatuh cinta dengan sejarah! Membaca dari buku sembari melihat lokasi kejadian langsung, seru kaaann terus nangkep materi sejarahnya juga cepet banget 😀

Kelaperan karena hari sudah siang, kami pun berjalan mengikuti petunjuk McD. Yang ternyata setelah berjalan 30 menit, gerai McD pun tak kunjung terlihat. Menyerah karena sudah lewat laper banget, akhirnya kami makan siang 2 whole baked chicken dengan kentang yang dimakan bertujuh 😀 kenyang dan murah! Setelah tenaga terisi, kami menuju Roma Termini untuk naik bis menuju lokasi Rome MUN (ceritanya cek lokasi dan bis gitu biar pas hari H nggak pada nyasar). Jadi, hari pertama di Roma kami hanya mengecek lokasi dan jalan-jalan di sekitar apartemen saja.

Pada hari kedua, we headed to Colosseum and surroundings to record a video (sponsorship purpose). Menyusuri jalanan kota Roma yang dihiasi banyak reruntuhan gedung tua really excites me! Gonna show you some pictures during our fun trip in Rome!

DCIM100GOPROGOPR0934.
in front of Roma Termini

 

DCIM100GOPROGOPR0980.

SAMSUNG CSC
the infamous Colosseum (pardon my gosong face)

Satu hal yang bikin saya sedih adalah pas ke Fontana di Trevi dan masih being renovated!! AAAA keseelll! Mungkin pertanda suatu hari saya disuruh balik lagi ke Roma ya :’D

SAMSUNG CSC
Fontana di Trevi was being renovated

Sempet main juga ke Vatican City dua kali. Pertama bareng sama bocah-bocah itu eh tapi nggak ada yang rela mau antri masuknya. Cuma foto doang di luar. Nggak asik banget 😦 Karena rasa penasaran saya yang tinggi banget, saya bela-belain balik ke Vatican City lagi di hari terakhir saya di Roma. 14 Maret 2016 lalu, bocah-bocah tim Rome MUN ini sudah mulai acara sehingga saya pun harus berangkat sendiri ke bandara. Supaya nggak kerepotan sama barang bawaan, saya memutuskan ke bandara dulu untuk menitipkan barang di luggage storage dan kembali ke Roma untuk melanjutkan perjalanan ke Vatican. Semua dilakukan dengan menggunakan kereta.

Harus merelakan berdiri antre 1 jam untuk bisa memasuki St Peter’s Basilica. Bagus banget dalemnya tapi agak mistis sih ntah kenapa hawa ruangannya beda. Tapi yang namanya di Eropa pasti terkenal dengan karya seninya dan itu yang juga saya temukan ketika memasuki gereja Vatican ini. I was mesmerized. FYI, masuk ke St Peter’s Basilica ini gratis cuma harus rela antre aja. Nanti kalau mau masuk ke museum sama ke dome (kalau nggak salah) baru deh bayar.

Yang unik, Vatican yang merupakan negara ini berada di dalam Kota Roma. Wilayahnya kecil dan ditandai oleh pembatas seperti border pemisah wilayah. Kalau ada kesempatan lagi kesini, saya pengen banget ikut Night Tour Vatican Museum! Sounds interesting. Oh iya nanti di sepanjang jalan menuju St Peter’s Square banyak sekali orang-orang yang menawarkan tour museum. Katanya sih itu scam, penipuan. Jadi kalau mau lebih aman, cari informasi di official tourist information atau melalui website resminya saja ya!

DCIM100GOPROGOPR1101.
St Peter’s Square

Arrivederci!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s