How I spend 4 days in Bangkok

Hi, I’m back!!

This time I’m going to write about my journey to Bangkok last May 2016. Anyway, this blog will be written in 2 languages, Indonesia and a little bit of English. Agak males mikir translate. Kayaknya kalau dipikir-pikir udah berapa posting-an saya dalam bahasa Indonesia ya hehe.

Pada 5-8 Mei 2016 lalu bertepatan dengan libur panjang, siapa sih yang nggak pengen manfaatin libur 4 hari ini dengan maksimal?? Di tengah padetnya dan jenuhnya kerjaan pas itu, akhirnya sepakat deh buat ngisi long weekend itu buat ke Bangkok aja yang deket dan kebetulan emang belom pernah. Sekitar 2 bulan sebelum hari H, saya dan Renzy mulailah browsing tiket, hotel, dan destinasi mau kemana aja. Biar mudah dan enak, I’ll write down the details below. Soalnya lumayan banyak yang nanyain itinerary saya pas ke Bangkok. Padahal ya nggak spesial-spesial amat gitu susunannya hahaha. Pas ke Bangkok ini niatnya lagi pengen slow travel. Nikmatin hidup, nikmatin setiap waktu yang berputar, jelajah makanan kaki lima, dan sebenernya banyak destinasi yang baru direncanain tuh pas di Bangkok-nya hehe.

 

Transportation Mode

1 Plane

As we know that Bangkok is the capital city of Thailand. Meskipun letaknya hanya 3 jam penerbangan langsung dari Surabaya, rupanya tiket pesawat dari Surabaya ke Bangkok itu lumayan mahal! Akhirnya saya belinya ngeteng, nggak direct flight Surabaya (SUB) – Don Mueang (DMK) soalnya dapetnya lebih murah. Dengan menggunakan Air Asia, saya beli rute seperti ini:

4 Mei 2016 malem terbang dari Surabaya (SUB) ke Kuala Lumpur (KUL), 5 Mei 2016 pagi (saya ambil penerbangan paling pertama) dari Kuala Lumpur (KUL) ke Don Mueang (DMK). Begitupun untuk rute pulangnya, saya transit lagi di Kuala Lumpur. 8 Mei 2016 sore berangkat dari Don Mueang (DMK) ke Kuala Lumpur (KUL), 9 Mei 2016 (harusnya first flight) dari Kuala Lumpur (KUL) ke Surabaya (SUB). Simpelnya, saya ambil rute pulang-pergi SUB-KUL dan KUL-DMK. Agak ribet ya? Kalau nggak doyan jalan-jalan kayak saya, mungkin nggak akan mau repot ambil rute gini. Tapi karena ini udah rute dengan harga tiket penerbangan paling murah —cuma Rp 3jt loh, dibanding kalau direct flight Surabaya ke Bangkok waktu itu Rp 6-7jt, dua kali lipat dong mahal banget— jadi ya sudah kita jalanin dan nikmatin aja segala ketidakpraktisan ini.

Ngomongin soal maskapai, agak kesel sama si AirAsia karena ada penundaan jadwal penerbangan untuk rute KUL-SUB dan saya tuh baru dapet email H-1 dong pas lagi di Bandara Don Mueang. Udah mah nggak enak banget kan sama atasan dan orang-orang kantor, untung aja mereka baik banget bisa maklumin. Entah waktu itu siapa yang salah, saya juga paling males cari-cari kesalahan orang. Katanya si AirAsia ini udah ngehubungin temen saya yang waktu itu mesenin tiket tapi gagal dihubungin. Tapi ya sudahlah, yang bikin saya kecewa tuh ada dua pas itu, temen saya yang nggak bisa dihubungin dan cara ngomong si petugas customer service AirAsia yang nggak ada ramahnya sama sekali.

20160505_083137
Don Mueang International Airport, Bangkok. Bandaranya tua, jadi inget Bandara Hang Nadim di Batam hehe.

 

2 Bus

Sesampainya di Bangkok, setelah melalui proses imigrasi dan ambil bagasi, kami langsung menuju pemberhentian bis A1. Bis tersebut akan membawa kami menuju BTS Mo Chit dengan harga tiket untuk masing-masing orang 30 THB atau sekitar Rp 12,000 saja.

Bis A1 tersebut terlihat sudah berumur puluhan tahun. Seperti kembali ke era 90an rasanya ketika menaiki bis tersebut. I’ll show you the picture below 🙂

20160505_083400
inside the A1 bus

3 BTS

BTS atau Bangkok Train Station (iya nggak sih? haha) adalah salah satu moda transportasi umum yang sudah melingkupi sebagian besar wilayah Bangkok terutama tempat wisata. Jadi cukup mudah pergi di Bangkok dengan BTS ini. Harga tiket tergantung jauh dekat tujuan kita, jadi makin jauh ya makin mahal.

20160505_091105

 

4 UBER

Bersyukurlah saya yang hidup di jaman serba mudah karena kecanggihan teknologi sekarang. Adanya UBER ini benar-benar memudahkan saya untuk mobilisasi. Kalau Anda traveling in small group (3-4 people) dan di negara tersebut ada UBER, saran saya gunakanlah UBER karena harga terjangkau, langsung dijemput di lokasi dan nyampe pas di lokasi tujuan, nggak perlu jalan jauh, mesennya gampang asal ada internet, dan mobilnya bagus-bagus pula (kecuali di Indonesia) hehehe.

Hari pertama saya di Bangkok, seharian saya menggunakan BTS karena terlanjur juga beli 1-day pass. Lalu saya bandingin di hari kedua menggunakan UBER, yah BTS lewat deh. Karena pas itu pergi juga bertiga, menggunakan UBER merupakan opsi terbaik. Apalagi suhu di Bangkok yang saat itu sangaaattt panas! Bangkok’s temperature reached 39°C during my stay.

 

5 Tuk tuk

Tuk tuk merupakan kendaraan roda 3, kalau di Indonesia kita tahunya bajaj. Persis. Saya naik tuk tuk pada saat dari Wat Pho menuju Grand Palace. Padahal jaraknya dekat banget, cuma harus muter dikit ke pintu masuk dan karena pada saat itu panasnya masha Allah nyengat bukan main, jadi ya sudah naik tuk tuk aja biar asik ngerasain naik transportasi lokal hehe. Saya lupa bayarnya berapa tapi yang jelas nggak mahal dan bisa ditawar kok! Jadi, pinter-pinternya aja nawar ya 🙂

 

Accommodation

Sebelum bepergian, untuk memilih akomodasi tempat tinggal saya selalu mempertimbangkan beberapa hal, yaitu harga dan reputasi hotel/hostel/apartemen tersebut, letaknya dekat dengan stasiun MRT atau paling tidak halte bis, terakhir adalah dengan siapa saya pergi.

Karena ke Bangkok perginya nggak sama orang tua, jadi penginapan pun saya bujetin yang murah-murah saja yang penting bersih, nyaman, dan dekat kemana-mana. Pilihan kami pun jatuh pada Monomer Hostel yang terletak di dekat BTS Ratchathewi. We rent 2 beds in female dorm and 1 bed in male dorm. Harganya cuma 1325 THB saja per orang untuk 3 malam dengan fasilitas 1 kamar berisi 12 beds, bersih banget, petugas hostelnya anak-anak muda yang ramah dan helpful, and free breakfast!

Yang paling bikin saya puas banget sudah memilih hostel ini adalah karena lokasinya yang strategis. It is located only 1 minute walk to BTS Ratchathewi and along the way to the BTS is a place where you can find and buy some street food at affordable price. Moreover, if you’re moslems, then this hostel will be your best choice as it is situated very close to the mosque and moslem area in Bangkok so it’s very easy to find halal food here. What a good deal! The nearest mosque from the hostel is Darul Aman Mosque. And yes, it is also near to the Indonesian Embassy which is located in Petchaburi Road. Lastly, I would highly recommend you to stay at this hostel 🙂

20160506_093233
Monomer Hostel Bangkok
20160505_192253
Guests’ feedbacks. Lovely corner.
IMG-20160507-WA0014
Me and my sister having dinner and enjoying the night in the hostel

 

Places to Go

Selama di Bangkok, niat saya cuma pengen 2 hal saja: mengunjungi museum dan jajan street food. Simpel kan? Jadi, untuk mempersingkat I’ll put some photos of my destinations below.

1 Grand Palace

Lokasi Grand Palace, Wat Arun, dan Wat Pho ini semua berdekatan. Jadi kalau berkunjung bisa sekaligus dalam 1 hari untuk ringkasnya. Biaya tiket masuk ke Grand Palace adalah 500 THB. Mengutip dari selebaran info mengenai tempat wisata ini, jadi area Grand Palace dibangun pada tahun 1782 dengan luas 218,000 m² (gedeee banget). Di kompleks ini terdapat royal residencethrone halls, government offices, juga Temple of the Emerald Buddha.

Kalau ke Bangkok pas lagi puncaknya musim panas kayak pas saya kemarin kesana, jangan lupa ya pakai sunblock dengan spf tinggi dan bawa payung juga kacamata hitam! Penting! Jangan lupa juga banyak minum air! Bangkok kalau lagi musim panas nggak nanggung-nanggung. Panas banget!!

20160506_151603

20160506_144709
amazingly beautiful details

2 Wat Pho

Tau patung reclining Buddha nggak? Nah, you can find the reclining Buddha statue here, in Wat Pho. Lokasi Wat Pho tepat di seberang Grand Palace (atau di samping ya, lupa-lupa ingat hehe maafkan). Yang jelas deketan banget. Waktu itu kami dari Grand Palace menuju Wat Pho menggunakan tuk tuk. Meskipun dekat, tapi karena panas yang begitu menyengat jadilah agak manja.

20160506_160040
some people were praying

3 Wat Arun

Kami menggunakan kapal untuk menuju Wat Arun. Dengan membayar 40 THB per orang, dari dermaga Saphan Taksin kami mengarungi sungai Chao Phraya. Harga tersebut berlaku untuk sekali naik dan sekali turun saja. Ada beberapa opsi untuk berhenti sepanjang sungai, mulai dari Oriental hingga Thewet (ada 15 stop). Tujuan kami waktu itu berhenti di Wat Arun. Lalu dari Wat Arun menuju Wat Pho/Grand Palace bisa ditempuh menggunakan kapal penyebrangan dengan membayar 4 THB per orang.

20160505_140229
Wat Arun under renovation yet still open for public

4 Jim Thompson House & Museum

Actually, saya baru tahu tentang museum ini ketika saya iseng lihat-lihat poster di dinding hostel. Museum ini masuk di salah satu “must visit places” di Bangkok. Setelah googling, ternyata letak museum ini sangat dekat dengan hostel saya. Jadi, keesokan paginya (7 Mei 2016) kami berjalan kaki menuju tempat tersebut. Memang benar, dekat sekali! Cuma 10-15 menit saja itupun jalan kakinya udah super santai.

Untuk masuk museum ini, kami harus membayar 150 THB per orang. Kemudian pada nota, tercatat jam kunjung kami. Jadi pengunjung museum ini dibagi-bagi menjadi beberapa rombongan. 1 rombongan terdiri sekitar 15 orang dengan 1 tour leader yang akan menceritakan sejarah Jim Thompson.

Tidak hanya rumah Jim Thompson, terdapat juga galeri dan toko yang menjual berbagai barang dari sutra, mulai dari baju, scarf, tas, dll yang terletak di bagian depan menyambut para tamu yang baru datang. Untuk harga, merk Jim Thompson ini tergolong mahal sih, tapi tentu diikuti dengan kualitasnya yang bagus. Ya ada harga ada rupa deh.

20160506_11275020160506_105305

5 Shopping Centres

Di saat kebanyakan orang ke Bangkok dengan tujuan belanja, anehnya baik saya maupun Renzy nggak kepikiran tuh buat belanja hahaha tapi karena mostly Indonesian tourists pasti ke mall buat belanja, ya sudah deh yuk mari kita coba. Jadilah saya mengunjungi beberapa shopping centres, antara lain: (i) Pratunam Market; (ii) Chatuchak Weekend Market; (iii) Union Mall; (iv) The Platinum; (v) MBK; (vi) Terminal 21; dan (vii) Siam Center. Sebenarnya masih ada lagi cuma saya lupa namanya.

Untuk yang grosir murah-murah (kalo di instagram banyak yang jual dengan hashtag #pobkk, hahaha) itu ada di Pratunam Market, Union Mall, MBK, dan The Platinum. Yang rada ga masuk akal tuh ukuran bajunya! Keciiillll banget. Lah edan siapa yang muat coba?! Saya aja yang ukuran badannya udah langsing gini (maaf narsis) ngerasa itu baju ukurannya super kecil. Kalau saya pribadi lebih enjoy window shopping di Terminal 21 dan Chatuchak Weekend Market.

Dari sekian banyak tempat belanja yang dikunjungi, untuk saya pribadi hanya membeli kain sutra Thailand yang warnanya kalem dan super cantik, juga Thai Milk Tea yang tentu nggak boleh ketinggalan untuk dilewatkan!

P.S.: Chatuchak Weekend Market hanya buka Sabtu dan Minggu mulai pukul 9 pagi. Ada banyak sekali penjual disini, mungkin ratusan atau ribuan? Saya kurang tau. Yang jelas gerah banget! Meskipun di beberapa toko ada AC, tetep aja gerah. Tapi karena yang dijual barangnya lucu-lucu bikin laper mata, jadi saya betah aja belanja disini. Harganya pun sudah dipastikan terjangkau dan bisa ditawar pula!

20160507_090012
Chatuchak Weekend Market at 9.30 a.m still less crowded so it’s more convenient to come at this hour.

6 Food

Selama di Bangkok, saya rajin banget kulineran. Hampir semua makanan yang saya coba nggak ada yang nggak enak! Mulai dari Pad Thai di kaki lima dekat hostel, Tom Yum Goong Fried Rice dan Chicken Green Curry Soup di MBK, Fried Chicken Satay, Mango Sticky Rice di Mango Tango, sampai Thai Milk Tea abang-abang kaki lima semuanya enaaaakk! Pantes saja jadi boros! Tapi nggak apa-apa, seenggaknya saya bahagia 🙂

P.S.: Give it a try to the local food while you’re in Bangkok!

 

To sum up, saya bahagia 4 hari di Bangkok. Meskipun panas menyengat, pesawat delay 10 jam, dan lost in translation karena warganya banyak yang nggak bisa Bahasa Inggris, tapi makanan lokalnya bikin kangen! Apalagi Thai Milk Tea yang pas banget dinikmati saat cuaca panas! Jadi kalau kamu punya waktu singkat dan dana terbatas, Bangkok mungkin bisa menjadi alternatif yang tepat untuk dikunjungi 🙂

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s